BAB I
PERINTAH MEMPELAJARI KRISTOLOGI
A. Pengantar dari Al Quran
- QS Ali Imron (3):64
Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
- QS Al Ankabut (29): 46
Dan janganlah kamu berdebat denganAhli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan Katakanlah: "Kami Telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami Hanya kepada-Nya berserah diri".
- QS 4: 171
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
Saudaraku, sudahkah Anda sampaikan dan dakwahkan –minimal- ayat-ayat itu kepada mereka?
B. Pengantar Dari As-Sunnah
- Hadits Nabi yang terlihat melarang belajar Kristologi.
Rasulullah SAW melihat sehelai dari Kitab Taurat di tangan Umar bin Khattab ra, lalu Beliau bertanya, “Apa ini ya Umar?” Umar menjawab, “Ini adalah lembaran dari Kitab Taurat ya Rasulullah.” Ternyata Rasulullah marah sekali seraya berkata, “Apakah kalian ragu-ragu seperti halnya seperti orang Yahudi dan Nasrani? Aku telah membawakan sesuatu yang lebih putih dan bersih lagi murni untuk kalian. Kalau saudaraku Musa masih hidup, dia pasti akan mengikutiku.” (HR Baihaqi)
- Hadits Nabi yang terlihat netral belajar Kristologi.
Apabila ada Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) berbicara kepadamu, maka janganlah kamu mendustakannya dan janganlah kamu membenarkannya. Tetapi katakanlah: “Kami beriman kepada apa yang diturunkan (oleh Allah) kepada kami (Al Quran) dan kami beriman kepada apa yang diturunkan (oleh Allah) kepada orang-orang sebelum kami (Taurat dan Injil). Apabila yang dikatakan oleh mereka itu haq (benar), maka janganlah kamu mendustakannya. Tetapi apabila yang dikatan oleh mereka itu bathil (bohong), maka janganlah kamu membenarkannya.” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
- Hadits Nabi yang terlihat memerintahkan belajar Kristologi.
Pelajarilah Kitab Yahudi, sesungguhnya aku tidak mempercayai sikap mereka terhadap kitab mereka (HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Al Hakim, dan Ahmad) dishahihkan oleh beliau Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Kitab Hadits Shahih I/187.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa sikap Nabi Muhammad SAW terhadap Kristologi adalah sesuai dengan konteks keadaannya:
- Beliau melarang kalau orang yang belajar belum teguh keimanannya sehingga sampai menganggap bahwa ajaran itu lebih baik dari Islam atau menjadi ragu-ragu terhadap Islam.
- Beliau netral (bersikap objektif) kalau orang yang belajar menstandarisasi apa yang dipelajarinya itu dengan standar kebenaran Islam (Al Quran dan As Sunnah).
- Beliau memerintahkan dengan dukungan penuh kalau orang yang belajar bertujuan untuk meluaskan dakwah Islam atau membela ajaran-ajaran Islam dari serangan Ahli Kitab bahkan untuk menunjukkan kebenaran Islam dari Kitab-Kitab mereka.
Dari sini saudaraku, kita harus yakin bahwa belajar Kristologi termasuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah yang dilalaikan umat. Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Kitab Silsilah Hadits Shahih I/31-32 memberi tekanan terhadap orang-orang yang melalaikan sunnah dalam merapatkan shaf dengan sangat keras. Dan banyak pula masalah lain seperti mengusap telinga dalam wudhu (I/35), perluasan Ka’bah dan pembuatan pintu baru (I/43) atau pun masalah larangan menjawab salam di kamar kecil (I/197) dan lain-lain. Sunnah-sunnah tadi sudah sudah banyak dilaksanakan dan diamalkan oelh umat, didakwahkan di majelis-majelis taklim bahkan –kadang- diikuti dengan perdebatan sengit, bersitegang, ataupun saling tuding: “Bid’ah”. Namun ajaib bahwa dalam satu sunnah ini yaitu belajar Kristologi seakan dilalaikan, ditabukan, dan diharamkan. Sebab jika kita tahu, imam-imam dalam masalah ini masih sangat sedikit. Kita tahu dalam tafsir ada Imam Ibnu Katsir, Imam Zamakhsary, Imam Ibnu Jarir, Imam Baidhowi dan lain-lain. Dalam hadits ada Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’i, Imam Abu Dawud, Imam Syaukani, Imam Ibnu Hajar dan lain-lain. Tapi dalam masalah Kristologi mungkin kita baru bisa menyebut beliau Al Imam Syaikh Rahmatullah Al Hindi penulis kitab “Ihzarul Haq” ataupun Al Imam Syaikh Ahmad Husain Deedat Al Hindi Al Afriqi Hafidzuhullah Ta’alaanhu Rahimahulullah penulis kitab The Choice dan puluhan buku serta brosur gratis lainnya dalam masalah ini.
Saudaraku, maukah Engkau menjadi salah seorang “Imam” dalam masalah ini. Islam calls you..

1 komentar:
Salam...
Posting Komentar
Assalamu'alaikum wr.wb. Silakan tinggalkan pesan untuk kami, jangan lupa mengisi buku tamu. Terimakasih